Pensiun Dipending: Pesan Ancelotti kepada Kroos

Pensiun Dipending: Pesan Ancelotti

Pensiun Dipending: Pesan Ancelotti kepada Kroos

 

Pensiun Dipending: Pesan Ancelotti kepada Kroos – Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, mendorong Toni Kroos untuk menunda rencana pensiunnya meskipun sang gelandang telah memutuskan untuk mengakhiri karirnya setelah musim ini berakhir.

Laga Final

Laga Final Liga Champions melawan Borussia Dortmund, Minggu (2/6/2024) dini hari WIB, menandai pertandingan terakhir Kroos bersama Madrid. Kroos UGDEWA berperan penting dengan memberikan assist untuk gol pembuka yang dicetak oleh Dani Carvajal.

Dengan gelar Liga Champions yang diraihnya bersama Madrid sebanyak lima kali dari total 23 gelar, Kroos telah mencapai puncak kesuksesannya. Meskipun begitu, Ancelotti masih berharap Kroos dapat mempertimbangkan kembali keputusannya untuk pensiun.

Kroos berencana untuk memperkuat timnas Jerman di Euro 2024 sebelum mengakhiri karirnya. Meskipun sudah berusia 34 tahun, Kroos dianggap masih memiliki banyak potensi karena jarang mengalami cedera dan kemampuannya yang luar biasa di atas lapangan.

Saran Ancelotti

Ancelotti menyatakan, “Saya sangat bahagia untuk Kroos. Keputusannya untuk pensiun saat berada di puncak karir adalah sesuatu yang luar biasa. Dia telah menjadi legenda bagi klub ini dan kami semua menghormatinya.”

“Saya telah berbicara dengannya dan menyampaikan bahwa kami semua berharap dia bisa mempertimbangkan kembali keputusannya. Kami membutuhkan kehadiran dan pengalamannya di tim musim depan.”

Toni Kroos telah bergabung dengan Real Madrid sejak tahun 2014 dan telah memberikan kontribusi besar dengan mencetak 28 gol dan memberikan 99 assist dari total 465 penampilannya. Kariernya yang cemerlang bersama klub akan selalu dikenang oleh para penggemar.

Perjalanan Toni Kroos

Toni Kroos adalah salah satu gelandang terbaik di dunia yang lahir pada 4 Januari 1990, di Greifswald, Jerman Timur. Karirnya yang luar biasa dimulai di klub asalnya, Hansa Rostock, sebelum bergabung dengan akademi Bayern Munich pada 2006. Di sana, Kroos berkembang pesat dan dipromosikan ke tim senior pada 2007. Namun, untuk mendapatkan waktu bermain yang lebih konsisten, ia dipinjamkan ke Bayer Leverkusen selama dua musim.

Pada 2014, Kroos bergabung dengan UGDEWA Real Madrid dengan nilai transfer yang tinggi. Di Santiago Bernabeu, dia menemukan panggung yang sempurna untuk menampilkan kualitasnya yang luar biasa. Kroos menjadi bagian integral dari tim yang meraih sejumlah gelar, termasuk empat Liga Champions UEFA berturut-turut antara 2016 dan 2018. Di lini tengah Madrid, dia menjadi motor penggerak serangan dan kunci untuk mengatur tempo permainan.

Cerdas Membaca Permainan

Kroos adalah sosok yang sangat cerdas dalam membaca permainan. Kemampuannya dalam memberikan umpan-umpan akurat, baik pendek maupun panjang, menjadikannya salah satu playmaker terbaik di dunia. Selain itu, kualitas teknisnya yang luar biasa, ketenangan di bawah tekanan, dan visi permainan yang brilian membuatnya menjadi pemain yang sangat dihormati di dunia sepak bola.

Di level internasional, Kroos juga memiliki kontribusi yang signifikan untuk timnas Jerman. Bersama Die Mannschaft, ia meraih Piala Dunia FIFA pada 2014 di Brasil, serta mengoleksi sejumlah gelar di level Eropa, termasuk Piala Eropa UEFA.

Di samping prestasinya di lapangan, Kroos juga dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan profesional. Dia adalah pemain yang jarang terlibat kontroversi di luar lapangan dan selalu menunjukkan dedikasi dan komitmen yang tinggi terhadap permainannya.

Secara keseluruhan, Toni Kroos adalah contoh sempurna dari seorang gelandang kelas dunia. Kualitas teknisnya yang luar biasa, visi permainan yang tajam, dan kepemimpinan yang tenang membuatnya menjadi salah satu pemain yang paling dihormati dalam sepak bola modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *