Lamine Yamal Baru 16 Tahun, Sudah Samai Rekor Goat Cristiano Ronaldo

Lamine Yamal Baru 16 Tahun, Sudah Samai Rekor Goat Cristiano Ronaldo

Lamine Yamal Baru 16 Tahun, Sudah Samai Rekor Goat Cristiano Ronaldo –  Prestasi luar biasa yang ditorehkan oleh Lamine Yamal terus mengundang decak kagum dari berbagai pihak, terutama setelah pemain muda berbakat ini berhasil menyamai pencapaian legenda sepak bola Cristiano Ronaldo.

 

Meskipun tidak mencetak gol dalam pertandingan babak 16 besar EURO 2024 yang mempertemukan timnas Spanyol dengan timnas Georgia, Yamal tetap memberikan kontribusi signifikan dengan mencatatkan satu assist yang membantu timnya meraih kemenangan telak 4-1 di Cologne Stadium pada Minggu malam, 30 Juni 2024.

 

Pemain sayap berusia 16 tahun ini menunjukkan kecerdasannya dalam membaca permainan ketika ia berperan sebagai arsitek gol kedua Spanyol. 

 

Dari posisinya di sisi kanan lapangan, Yamal berhasil mengirimkan umpan silang yang akurat ke tiang jauh, yang kemudian diselesaikan dengan baik oleh Fabian Ruiz melalui sundulan kepala. 

 

Performa impresif ini bukan merupakan kejutan, mengingat sebelumnya Yamal juga telah mencatatkan assist dalam kemenangan 3-0 Spanyol atas Kroasia.

 

Pencapaian Yamal ini tidak hanya mempercantik statistik pribadinya, tetapi juga menempatkannya sejajar dengan pemain legendaris sepak bola. 

 

Dengan dua assist yang ia torehkan dalam satu edisi Piala Eropa, Yamal berhasil menyamai rekor yang sebelumnya hanya dimiliki oleh Cristiano Ronaldo. 

 

CR7 mencatatkan prestasi serupa pada EURO 2004 saat ia berusia 19 tahun. 

 

Dengan lolosnya Spanyol ke babak perempat final, Yamal kini memiliki kesempatan untuk melampaui prestasi Ronaldo tersebut, terutama ketika timnya akan menghadapi Jerman pada tanggal 5 Juli mendatang.

 

Perlu dicatat bahwa Yamal telah mengukir sederet rekor mengesankan bersama timnas Spanyol. 

 

Pada usia 16 tahun dan 57 hari, pemain jebolan akademi La Masia ini telah mencetak namanya sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Tim Matador, mengalahkan rekor UGDEWA sebelumnya yang dipegang oleh Gavi yang mencetak gol pada usia 17 tahun dan 83 hari. 

 

Selain itu, Yamal juga memegang rekor sebagai pemain termuda yang pernah tampil di sepanjang sejarah EURO, dengan usia 16 tahun dan 338 hari saat pertama kali turun ke lapangan dalam turnamen bergengsi tersebut.

 

Bakat luar biasa yang dimiliki Yamal tidak hanya memikat hati para penggemar sepak bola, tetapi juga rekan-rekan setimnya di timnas Spanyol. 

 

Nacho Fernandez, salah satu pemain senior di timnas Spanyol dan mantan kapten Real Madrid, mengungkapkan kekagumannya terhadap talenta muda Barcelona tersebut. 

 

Fernandez menyebut Yamal sebagai “kasus khusus” dan mengakui bahwa di usia 16 tahun, kebanyakan anak hanya bercanda dengan teman-teman sekolahnya. 

 

Namun, pemain muda ajaib ini tetap unjuk gigi bakat dan potensi luar biasa.

 

Fernandez juga memuji kepribadian Yamal, menyebutnya sebagai anak yang baik dan mampu beradaptasi dengan baik dalam tim. 

 

Ia menekankan bahwa para pemain dinilai berdasarkan apa yang mereka lakukan di lapangan, dan Yamal telah menunjukkan hal-hal luar biasa dalam penampilannya. 

 

Fernandez mengungkapkan rasa syukurnya memiliki Yamal sebagai bagian dari tim nasional Spanyol.

 

Dengan prestasi dan pujian yang terus mengalir, tidak berlebihan jika Lamine Yamal disebut sebagai “bocah super sakti” dalam dunia sepak bola. 

 

Kemampuannya yang luar biasa di usia yang sangat muda membuat banyak pihak optimis akan masa depan cerah yang menanti pemain berbakat ini, baik di level klub maupun timnas.

 

Lamine Yamal Nasraoui Ebana, lahir pada 13 Juli 2007 di Esplugues de Llobregat, Spanyol, adalah seorang pesepakbola muda berbakat yang saat ini berusia 16 tahun. 

 

Dengan tinggi badan 1,78 meter, Lamine dikenal sebagai seorang penyerang yang tangguh di lapangan. 

 

Memiliki kebangsaan ganda, yaitu Spanyol, Guinea Khatulistiwa, dan Maroko, Lamine membawa keberagaman dalam setiap penampilannya. 

 

Karier klubnya dimulai pada tahun 2023 dengan bergabung bersama FC Barcelona Atlètic di Spanyol, dan pada tahun yang sama, ia juga mulai bermain untuk tim utama FC Barcelona.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *