Jay Idzes Menuju ke Serie A, Timnya Cuma Butuh Hasil Imbang untuk Promosi

Jay Idzes Menuju ke Serie A, Timnya Cuma Butuh Hasil Imbang untuk Promosi

Jay Idzes Menuju ke Serie A, Timnya Cuma Butuh Hasil Imbang untuk Promosi – Laga leg pertama final playoff promosi Serie A antara Cremonense melawan Venezia berakhir dengan skor imbang pada Jumat (31/5/2024) dini hari WIB. 

 

Situasi hasil imbang pada leg pertama ini menguntungkan Jay Idzes dan rekan-rekan setimnya di Venezia menjelang leg kedua. 

 

Hal ini dikarenakan regulasi resmi Playoff Serie B memang menguntungkan Venezia.

 

Berdasarkan regulasi, Jay Idzes dan kolega di Venezia hanya membutuhkan hasil imbang pada leg kedua untuk dapat mempromosikan tim MPOID  ke Serie A musim depan. 

 

Regulasi Playoff Serie B tidak hanya berdasarkan hasil di dua laga leg final saja, tetapi juga memperhitungkan posisi kedua tim di klasemen akhir Serie B musim reguler.

 

Lebih lanjut, regulasi Playoff Serie B juga tidak menerapkan konsep agresivitas gol tandang dalam menetapkan pemenang. 

 

Jika kedua tim finis dengan raihan poin yang sama setelah dua laga leg, maka tidak akan digelar babak tambahan waktu maupun adu penalti. 

 

Pemenang ditentukan berdasarkan posisi di klasemen akhir Serie B.

 

Mengingat Venezia finis di posisi lebih baik dibanding Cremonense pada klasemen akhir Serie B, maka seri pada leg kedua di Senin (3/6/2024) dini hari WIB sudah cukup untuk membawa Venezia promosi ke Serie A musim depan. 

 

Hasil imbang 0-0 atau apa pun pada leg kedua akan menguntungkan Jay Idzes dan kawan-kawan untuk naik kelas ke Serie A Italia.

 

Venezia berhasil melaju ke babak playoff Serie B setelah menempati posisi ketiga di klasemen akhir musim. 

 

Lawan mereka di playoff adalah tim yang finis di bawah mereka, dengan selisih tiga poin di klasemen akhir.

 

Meskipun unggul dalam peringkat akhir, para pemain seperti Jay Idzes dan rekan-rekannya tidak menganggap remeh lawan mereka, Cremonense. 

 

Mereka menyadari bahwa Cremonense mampu menjadi lawan yang sulit, terutama setelah melihat perlawanan sengit yang ditunjukkan tim tersebut pada leg pertama playoff.

 

Meski Cremonense banyak melancarkan serangan berbahaya, pertahanan solid Venezia berhasil menangkis ancaman tersebut. 

 

Jay Idzes, salah satu pemain kunci Timnas Indonesia, dipercaya tampil sejak awal dalam pertandingan ini, dan baru digantikan pada menit ke-87. 

 

Hal ini menunjukkan kepercayaan pelatih pada kemampuan dan kontribusi Idzes dalam pertandingan tersebut.

 

Jika Jay Idzes berhasil menjaga hasil imbang atau bahkan membantu Venezia meraih kemenangan, itu akan menjadi pencapaian bersejarah bagi pemain bek berusia 23 tahun tersebut. 

 

Dia memiliki potensi untuk menjadi pemain Indonesia pertama yang bermain di Serie A, kompetisi tertinggi di Italia.

 

Jika Venezia berhasil promosi ke Serie A, itu akan menjadi modal positif bagi Idzes sebelum dia bergabung dengan Timnas Indonesia untuk pertandingan melawan Irak dan Filipina. 

 

Jay Noah Idzes sendiri merupakan seorang pemain sepak bola berusia 23 tahun yang lahir pada tanggal 2 Juni 2000 di Mierlo, Belanda. 

 

Dikenal sebagai seorang bek tengah dan gelandang bertahan, Idzes memiliki tinggi badan yang mengesankan, mencapai 1,90 meter. Dia menggunakan kaki kanannya sebagai kaki dominannya.

 

Saat ini, Idzes bermain untuk Venezia F.C. dengan mengenakan nomor punggung 4, dan dia juga merupakan bagian dari Tim Nasional Indonesia. 

 

Di musim 2023/24, Idzes tampil dalam 16 pertandingan Serie B dengan satu gol MPOID tercipta. 

 

Selain itu, dia juga berkontribusi dalam kualifikasi Piala Asia 2023 dengan tiga penampilan.

 

Prestasi terbesar Idzes adalah menjadi juara Kejuaraan Eropa U-17 pada tahun 2016 bersama tim nasional Belanda U-17. 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *