Dosa-dosa Lalu: Pengakuan Penyesalan Bonucci di Juventus

Dosa-dosa Lalu: Pengakuan

Dosa-dosa Lalu: Pengakuan Penyesalan Bonucci di Juventus

 

Dosa-dosa Lalu: Pengakuan Penyesalan Bonucci di Juventus – Leonardo Bonucci, mantan bek top Italia, baru-baru ini mengumumkan pensiunnya setelah menghabiskan setengah musim 2023/2024 bersama klub Turki, Fenerbahce. Namun, dalam 12 tahun perjalanan karirnya, Bonucci lebih dikenal sebagai ikon Juventus.

Bonucci, yang kini berusia 37 tahun, membuat lebih dari 500 MPO08 penampilan untuk Bianconeri dalam dua periode. Kontribusinya tercatat dengan 37 gol dan 10 assist, membantu Juventus memenangi delapan Scudetti dan empat Coppa Italia.

Dibalik Kesuksesan Bonucci

Namun, di balik kesuksesannya, terdapat penyesalan yang menghantuinya. Salah satu momen pahit dalam kariernya adalah perselisihan dengan mantan pelatih Juventus, Massimiliano Allegri. Pertikaian tersebut terjadi pada pertandingan melawan Palermo pada tahun 2017, di mana Bonucci akhirnya diskors di pertandingan berikutnya. Insiden ini diyakini menjadi pemicu kepindahannya di akhir musim.

Meski begitu, Bonucci kembali dan masih menjadi bagian penting dari Juventus di bawah kendali Allegri pada comebacknya di musim panas 2018. Namun, hubungan mereka tidak pernah pulih sepenuhnya. Bonucci mengakui penyesalannya atas pertikaian tersebut, menyatakan bahwa dia seharusnya bisa menghadapinya dengan lebih baik.

Ungkapan Perasaaan Bonucci

Bonucci mengungkapkan perasaannya kepada La Gazzetta dello Sport, “Perdebatan dengan Allegri di pertandingan Juventus vs Palermo adalah reaksi naluriah yang seharusnya bisa saya tangani dengan lebih baik. Terakhir kali saya berbicara dengan Max adalah pada Mei 2023 di Udine. Saya percaya bahwa karena pengalaman yang kami alami bersama-sama, meskipun ada pertentangan, saya bisa menanganinya dengan cara yang berbeda. Namun, kenyataannya dia tidak menginginkan saya lagi di dalam skuad.”

Tentang hubungannya dengan Allegri, Bonucci menambahkan dengan nada tegas, “Jika saya bertemu dengannya di sebuah bar, saya akan menyapanya. Namun, saya pasti tidak akan menghubunginya untuk minum kopi.”

Meskipun ada penyesalan atas perselisihan tersebut, Bonucci tetap mengenang masa-masa indahnya bersama Juventus, menjadi salah satu pilar penting kesuksesan klub tersebut selama bertahun-tahun.

Karir Leonardo Bonucci

Leonardo Bonucci adalah salah satu bek tengah paling dihormati dalam sepak bola modern. Lahir pada 1 Mei 1987 di Viterbo, Italia, Bonucci memulai karirnya di klub kecil Viterbese sebelum pindah ke Bari pada tahun 2005. Di Bari, ia menonjol sebagai salah satu bek muda paling menjanjikan di Italia.

Pada tahun 2010, Bonucci bergabung dengan Juventus, klub yang akan menjadi rumahnya untuk sebagian besar karirnya. Di Juventus, ia membentuk mitra yang kokoh dengan Giorgio Chiellini di lini pertahanan. Bersama Chiellini dan Andrea Barzagli, mereka membentuk trio legendaris yang dikenal sebagai “BBC”. Di bawah asuhan manajer Antonio Conte dan kemudian Massimiliano Allegri, Bonucci memenangkan sejumlah gelar Serie A dan mencapai final Liga Champions UEFA.

Pada 2017, Bonucci pindah ke AC Milan sebelum kembali ke Juventus setahun kemudian. Kembalinya Bonucci ke Juventus menyegarkan lini MPO08 pertahanan Bianconeri dan membawa stabilitas yang dibutuhkan. Kembali di klub lamanya, ia terus menunjukkan kualitasnya sebagai pemimpin di lapangan dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi kesuksesan tim.

Di level internasional, Bonucci telah menjadi bagian integral dari tim nasional Italia sejak debutnya pada tahun 2010. Bersama dengan Chiellini, ia membentuk pasangan bek tengah yang tangguh dan menjadi salah satu pilar pertahanan Italia. Pada Euro 2020, Bonucci tampil luar biasa dan membantu Italia meraih gelar juara, menunjukkan pengalaman dan kualitasnya yang tak tertandingi.

Leonardo Bonucci adalah contoh pemain yang menggabungkan kualitas teknis yang luar biasa dengan kepemimpinan yang kuat dan dedikasi yang tak tergoyahkan. Dengan kariernya yang gemilang di klub dan tim nasional, ia telah mencapai status sebagai salah satu bek tengah terbaik dalam sepak bola saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *