Buffon Malah Bersyukur Italia Dijadikan Kuda Hitam di EURO 2024, Ini Alasannya

Buffon Malah Bersyukur Italia Dijadikan Kuda Hitam di EURO 2024, Ini Alasannya – Gianluigi Buffon, mantan kiper timnas Italia, tidak mempermasalahkan bahwa timnya tidak diunggulkan untuk meraih gelar juara di Piala Eropa 2024. 

 

Justru, legenda hidup Italia itu menilai hal tersebut dapat menjadi keuntungan tersendiri bagi Gli Azzurri. 

 

Buffon, yang berperan sebagai ketua kontingen Italia di Euro 2024, berpendapat bahwa kurang diapresiasi baik sebagai tim maupun individu sebenarnya bisa menguntungkan Italia.

 

Buffon menyampaikan bahwa sesekali dipandang sebelah mata dalam turnamen IDCJOKER besar bisa menjadi hal positif bagi Italia, dan ia berharap situasi serupa juga akan terjadi kali ini. 

 

Italia memang datang ke Euro 2024 dengan status sebagai juara bertahan, namun pasukan Luciano Spalletti tersebut dianggap sebagai underdog.

 

Di Euro 2024, Italia tergabung di Grup B bersama Spanyol, Kroasia, dan Albania. Buffon menganggap grup ini sebagai yang paling berat di turnamen tersebut. 

 

Meski demikian, ia yakin timnya akan memberikan perlawanan sengit kepada lawan-lawannya.

 

Buffon menegaskan bahwa sejarah menunjukkan siapa pun yang menghadapi Italia harus berkonsentrasi penuh untuk meraih kemenangan. 

 

Pada akhirnya, Italia adalah juara bertahan meskipun gagal lolos ke Piala Dunia 2022. 

 

Semua orang tahu bahwa mereka harus bekerja ekstra keras untuk mengalahkan Italia, ungkap Buffon.

 

Gianluigi Buffon sendiri memiliki rekam jejak yang mengesankan bersama timnas Italia. Debutnya pada 29 Oktober 1997, pada usia 19 tahun, menandai awal dari perjalanan gemilangnya. 

 

Puncak karirnya bersama Azzurri adalah ketika ia menjadi bagian dari skuad yang memenangkan Piala Dunia FIFA 2006 di Jerman, sebuah pencapaian yang membuatnya dikenal sebagai salah satu penjaga gawang terbaik sepanjang masa. 

 

Buffon juga meraih gelar Kejuaraan Eropa pada tahun 2020 dan UEFA Nations League pada musim 2020-2021.

 

Dalam 176 penampilannya bersama timnas Italia, Buffon mencatatkan 74 pertandingan tanpa kebobolan dan 80 penampilan sebagai kapten tim. 

 

Statistik ini hanya mencerminkan sebagian dari kecemerlangan karirnya. 

 

Penghargaan individu yang ia raih sepanjang kariernya meliputi gelar Penjaga Gawang Terbaik UEFA, FIFA, dan IFFHS, serta Penjaga Gawang Terbaik Serie A dalam berbagai musim. 

 

Konsistensi dan keunggulannya di lapangan membuatnya dihormati oleh rekan-rekan setim dan lawan-lawannya.

 

Selain itu, Buffon juga mencatat sejumlah prestasi lain, termasuk memenangkan Piala Konfederasi FIFA 2009 dan Piala Inter-Toto UEFA pada tahun 1999. 

 

Namun, prestasi yang paling mengesankan mungkin adalah keikutsertaannya dalam enam Piala Dunia (1998, 2002, 2006, 2010, 2014, dan 2018), ini menjadikannya satu-satunya pemain Italia yang mencapai prestasi tersebut. 

 

Bahkan setelah bertahun-tahun di lapangan, Buffon tetap menjadi salah satu penjaga gawang paling dihormati dan diandalkan dalam sejarah sepak bola.

 

Profil dan Biodata Buffon

 

Nama Lengkap: Gianluigi Buffon Ufficiale OMRI

 

Tanggal Lahir: 28 Januari 1978

 

Tempat Lahir: Carrara, Italia

 

Usia: 46 tahun (per 2 Juni 2024)

 

Posisi: Penjaga Gawang

 

Kewarganegaraan: Italia

 

Status: Pensiun (sejak 23 Agustus 2023)

 

Meskipun tidak pernah memenangkan Ballon d’Or, ia berhasil meraih posisi runner-up pada tahun 2006. 

 

Ia juga mendapatkan penghargaan tiga kali masuk dalam FIFPro World11 pada tahun 2006, 2007, dan 2008. 

 

Di level domestik, Buffon meraih 12 gelar Serie A Goalkeeper of the Year, mencerminkan konsistensinya dalam kompetisi tertinggi Italia. 

 

Pada tahun 2011, ia juga mendapatkan penghargaan Golden Foot Award, mengukuhkan tempatnya sebagai salah satu pemain IDCJOKER  paling berpengaruh dalam sejarah olahraga Italia. 

 

Namun, prestasi terbarunya yang menonjol adalah penghargaan UEFA Club Footballer of the Year pada tahun 2017, yang menegaskan bahwa meskipun usianya sudah bertambah, Buffon tetap menjadi kekuatan dominan dalam sepak bola Eropa. 

 

Dengan koleksi prestasi yang mengesankan, Buffon tidak hanya menjadi simbol keunggulan dalam posisinya, tetapi juga mendapatkan pengakuan sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *